Selasa, 14 Juni 2016

Agung Mulyawan: Cedera yang Membawa Berkah

Formen Magazine - Muda, gigih, pantang menyerah; itulah sifat-sifat yang dapat menggambarkan Agung Mulyawan. Di usianya yang masih terbilang muda, ragam prestasi olahraga tingkat nasional dan daerah dari cabang Atletik, Tae Kwon Do, dan Futsal sudah ia sematkan kala menjadi atlet maupun sebagai pelatih.

Bakat keolahragaan pria alumni SMA Negeri 3 Bogor dan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Jakarta ini mulai tercium sejak duduk di bangku salah satu Sekolah Menengah Pertama di kota Bogor. 

Pria yang akrab disapa Agung ini, sudah bisa menunjukkan potensinya dalam bidang olahraga. Tak pelak, bakatnya dilirik guru olahraga sekolahnya yang saat itu juga menjabat sebagai pelatih kepala tim Atletik kota Bogor.

Kekonsistensian dan ketekunannya dalam berlatih membuahkan hasil. Pasalnya, di tahun yang sama, ia berhasil meraih medali emas kejuaraan Atletik cabang Lari Cepat 100 m tingkat usia 13-15 tahun se-kota Bogor.

Makin tua, makin jadi. Pepatah klasik tersebut pantas disematkan dalam diri Agung. Ragam prestasi menghampiri ketika ia masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Adapun prestasi yang ia raih, antara lain medali perak kejuaraan Atletik Sirkuit Jawa-Bali cabang Lompat Jauh, medali emas kejuaraan Tae Kwon Do Antarperguruan se-kota Bogor, dan juara dua kejuaraan Futsal Pelajar se-Kota Bogor. Semuanya ia capai di tahun 2007. Tak sampai di situ, pada tahun 2008, Agung juga menuai banyak prestasi, di antaranya, medali perak Atletik cabang Lompat Jauh POPDA Jabar dan kembali meraih juara dua di kejuaraan Futsal Pelajar se-kota Bogor.

Saat masuk ke jenjang perkuliahan, cedera Hamstring menimpa Agung. Bukan Agung namanya jika menyerah begitu saja, keteguhannya dalam melewati masa-masa sulit membuahkan hasil.

“Saat kena Hamstring, Alhamdulillah, medali perak kejuaraan Atletik POMNAS Palembang cabang Lari Estafet 4 x 100 m tahun 2009 dan medali perak kejurnas PPLM Riau cabang Lari Estafet 4 x 100 m tahun 2010 sampai di tangan,” ujar pria yang tahun ini menginjak usia 26 tahun.

Akhir tahun 2011, Agung memutuskan untuk pensiun dari karirnya di bidang Atletik akibat badai cedera yang menimpanya.

Kini, imbas dari prestasinya yang menggunung, Agung menjabat sebagai asisten pelatih kepala PB PASI (Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia, red.) yang kala itu sedang mempersiapkan perwakilan altletnya untuk mengikuti ajang Sea Games 2015 di Singapura. Tim asuhan Agung berhasil membawa pulang empat medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.



“Setelah pensiun, perwakilan PB PASI meminta saya untuk menjadi asisten pelatih Bapak Wita Witarsa, sampai sekarang. Sekarang sih lagi fokus PON Jabar 2016, Sea Games 2017 di Malaysia, dan ASIAN Games 2018 di Indonesia,” ujarnya.

Oleh Rizky Agustian

0 komentar:

Posting Komentar