Formen Magazine - Muda, gigih, pantang menyerah; itulah sifat-sifat yang dapat
menggambarkan Agung Mulyawan. Di
usianya yang masih terbilang muda, ragam prestasi olahraga tingkat nasional dan
daerah dari cabang Atletik, Tae Kwon Do, dan Futsal sudah ia sematkan kala
menjadi atlet maupun sebagai pelatih.
Bakat keolahragaan pria alumni SMA
Negeri 3 Bogor dan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Jakarta ini mulai
tercium sejak duduk di bangku salah satu Sekolah Menengah Pertama di kota
Bogor.
Pria yang akrab disapa Agung ini, sudah bisa menunjukkan potensinya dalam bidang olahraga. Tak pelak, bakatnya dilirik guru olahraga sekolahnya yang saat itu juga menjabat sebagai pelatih kepala tim Atletik kota Bogor.
Pria yang akrab disapa Agung ini, sudah bisa menunjukkan potensinya dalam bidang olahraga. Tak pelak, bakatnya dilirik guru olahraga sekolahnya yang saat itu juga menjabat sebagai pelatih kepala tim Atletik kota Bogor.
Kekonsistensian dan ketekunannya dalam
berlatih membuahkan hasil. Pasalnya, di tahun yang sama, ia berhasil meraih
medali emas kejuaraan Atletik cabang Lari Cepat 100 m tingkat usia 13-15 tahun
se-kota Bogor.
Makin tua, makin jadi. Pepatah klasik tersebut pantas disematkan dalam diri Agung. Ragam prestasi menghampiri ketika ia masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Adapun prestasi yang ia raih, antara
lain medali perak kejuaraan Atletik Sirkuit Jawa-Bali cabang Lompat Jauh,
medali emas kejuaraan Tae Kwon Do Antarperguruan se-kota Bogor, dan juara dua
kejuaraan Futsal Pelajar se-Kota Bogor. Semuanya ia capai di tahun 2007. Tak
sampai di situ, pada tahun 2008, Agung juga menuai banyak prestasi, di
antaranya, medali perak Atletik cabang Lompat Jauh POPDA Jabar dan kembali
meraih juara dua di kejuaraan Futsal Pelajar se-kota Bogor.
Saat masuk ke jenjang perkuliahan,
cedera Hamstring menimpa Agung. Bukan Agung namanya jika menyerah begitu saja,
keteguhannya dalam melewati masa-masa sulit membuahkan hasil.
“Saat kena Hamstring, Alhamdulillah,
medali perak kejuaraan Atletik POMNAS Palembang cabang Lari Estafet 4 x 100 m
tahun 2009 dan medali perak kejurnas PPLM Riau cabang Lari Estafet 4 x 100 m
tahun 2010 sampai di tangan,” ujar pria yang tahun ini menginjak usia 26 tahun.
Akhir tahun 2011, Agung memutuskan untuk
pensiun dari karirnya di bidang Atletik akibat badai cedera yang menimpanya.
Kini, imbas dari prestasinya yang
menggunung, Agung menjabat sebagai asisten pelatih kepala PB PASI (Pengurus
Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia, red.) yang kala itu sedang
mempersiapkan perwakilan altletnya untuk mengikuti ajang Sea Games 2015 di
Singapura. Tim asuhan Agung berhasil membawa pulang empat medali emas, dua
medali perak, dan satu medali perunggu.
“Setelah pensiun,
perwakilan PB PASI meminta saya untuk menjadi asisten pelatih Bapak Wita
Witarsa, sampai sekarang. Sekarang sih lagi fokus PON Jabar 2016, Sea Games
2017 di Malaysia, dan ASIAN Games 2018 di Indonesia,” ujarnya.
Oleh Rizky Agustian
Oleh Rizky Agustian

0 komentar:
Posting Komentar