Meriahnya Acara Java Scooter Rendezvous X 2016 Sentul

Yuk, mengintip meriahnya acara JSR X 2016 di Sentul!

Memilih Warna Tas Agar Serasi Dengan Busana

Jangan salah pilih warna tas kalau tidak mau terlihat aneh.

Mujiyono; Dari Tukang Bakso Hingga Pekerja Bangunan

Siapa Pak Mujiyono? Ada apa dengan beliau?

Si Tua yang Perkasa

Yuk intip Vespa klasik ini.

Cara Mudah Merawat Sepatu Kusam

Formen mempersembahkan tips dan trik merawat sepatu agar tetap awet.

Jumat, 24 Juni 2016

BEM UMM


FORMEN - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang mana didalamnya adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan terwujudnya peningkatan kemampuan sumber daya manusia aparatur pemerintahan/keluruhan dan masyarakat melalui potensi dan sarana yang ada, terwujudnya pengembangan usaha ekonomi kerakyatan disektor informal dengan mendayagunakan potensi ekonomi desa, peningkatan lembaga ekonomi dan stimulan dana pembangunan sebagai upaya pengetasan kemiskinan. Program pemberdayaan ini pun berbaur langsung kepada masyarakat, dalam kurun waktu tertentu hingga program nya terlaksana dengan baik, banyak kegiatan dan program pemberdayaan ini guna meningkatkan taraf hidup masyarakat, membantu perekonomian dan pembangunan suatu kondisi wilayah.  

Di dalam pelaksanaannya orang yang memberdayakan sebuah desa seharusnya, seorang pemberdaya memposisikan sebagai subjek dan desa menjadi objek. Bukan sebaliknya, karena biasanya seorang pemberdaya malah diperdayakan oleh sebuah desa itu sendiri. Maka dari itu pihak BEM UMM berusaha untuk melakukan posisi yang seharusnya dilakukan. Proses pemberdayaan ini tidak dapat dilakukan dalam kurun waktu yang singkat, dan membutuhkan sebuah keistiqomahan yang cukup tinggi. Tujuan dari pemberdayaan masyarakat ini sendiri tidak hanya dilakukan untuk jangka pendek namun untuk jangka yang lama. Namun pada kenyataannya banyak mahasiswa UMM yang hanya melakukan untuk jangka pendek saja.

Oleh Hatijah 

Biografi Sang Petinju Muhammad Ali






FORMEN - Biografi Muhammad Ali Ia lahir sebagai Cassius Marcellus Clay, Jr. pada 17 Januari, 1942. Dia dikenal sebagai pensiunan petinju Amerika Serikat dan juga juara tinju kelas berat. Pada tahun 1999, Ali dianugerahi "Sportsman of the Century" oleh Sports Illustrated.Ali tiga kali menjadi Juara Dunia Tinju kelas Berat.
                                      
Ali lahir di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Namanya mengikuti nama ayahnya, Cassius Marcellus Clay, Sr. Ali kemudian mengubah namanya setelah bergabung dengan Nation of Islam dan akhirnya memeluk Islam Sunni pada tahun 1975.

Sebelum masuk Islam, dia menjuluki dirinya dengan “Yang Terbesar” karena dia adalah petinju terbaik pada masanya. Bahkan para pengamat olah raga mengakuinya sebagai petinju terbaik abad ini. Sejarah tinju belum pernah mengenal petinju secepat dia. Dia berlaga dengan gesit di atas ring dan memukul KO lawannya, lalu berseru dengan bangga, “Akulah yang terbesar”.

Akan tetapi setelah masuk Islam, dia membuang julukan ini, karena tidak suka membanggakan diri dan menjadi seorang yang sederhana dengan jiwa yang Islami. Dialah petinju dunia Casius Mercelus Clay yang setelah itu dikenal dengan Muhammad Ali Clay. Dia bercerita tentang perjalanannya masuk Islam.

Muhammad Ali dilahirkan di Kentucky, Amerika Serikat. Daerah yang dikenal dengan ayam goreng khas yang memakai namanya, yang juga terkenal dengan perbedaan etnis yang kental. Sejak kecil Muhammad Ali sudah merasakan perbedaan perlakuan ini karena aku berkulit coklat. Barangkali hal inilah yang mendorongku untuk belajar tinju agar bisa membalas perlakuan jahat teman-temannya yang berkulit putih. Dan karena Muhammad Ali mempunyai bakat serta otot yang kuat sehingga memudahkan jalannya.

Ketika belum genap berusia 20 tahun, Muhammad Ali sudah memenangkan pertandingan kelas berat di Olimpiade Roma tahun 1960. Hanya beberapa tahun kemudian Muhammad Ali berhasil merebut juara dunia kelas berat dari Sony Le Stone dalam pertarungan paling pendek, karena hanya beberapa menit Muhammad Ali berhasil menjadi juara dunia. Dan di antara tepuk riuh para pendukung dan kilatan-kilatan alat kamera, Muhammad Ali berdiri didepan jutaan penonton yang mengelilingi ring dan kamera TV Islam, mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengganti namanya menjadi Muhammad Ali Clay. Untuk memulai sebuah peperangan baru melawan kebatilan yang menghalanginya mengumumkan ke-Islaman-nya semudah ini.

Kepindahan Muhammad Ali ke agama Islam adalah hal yang wajar dan selaras dengan fitrah-fitrah yang Allah ciptakan untuk manusia. Kembalinya ke fitrah kebenaran membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berfikir, ini dimulai tahun 1960, ketika seorang teman muslim menemaninya pergi ke masjid untuk mendengarkan pengajian tentang Islam. Ketika mendengarkan ceramah, Muhammad Ali merasakan panggilan kebenaran memancar dari dalam jiwaku, menyeruku untuk menggapainya, yaitu kebenaran hakikat Allah, agama dan makhluk.

“Aku membandingkan ajaran Trinitas dengan ajaran Tauhid dalam Islam. Aku merasa bahwa Islam lebih rasional. Karena tidak mungkin tiga Tuhan mengatur satu alam dengan rapih seperti ini. “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang”. (QS. 36 : 40). Ini suatu hal yang mustahil terjadi dan taka akan memuaskan orang yang berakal dan mau berfikir”. Ucap Muhammad ali. 
Sumber: Biografiku.com

Oleh Sukma Muhammad Nur

Kemegahan Masjid Tiban di Tiren, Malang


FormenNews-Malang, Mesjid Tiban berada dalam komplek Pondok Pesantren Biharu Bahri'asali Fadlaailir Rahmah di kawasan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dinamakan ”Tiban” karena konon, mesjid ini ”tiba-tiba ada”.


Tahun 2008, mesjid ini sempat heboh di kalangan warga dan wisatawan. Usut punya usut, Mesjid Tiban dibuat oleh tentara jin hanya dalam 1 malam. Tapi rupanya hal itu tidak terbukti, para santri dan jemaah-lah yang membuat masjid ini sedikit demi sedikit.

Disetiap lantainya di penuhi dengan kaligrafi yang berlafaskan Al-Qur’an.Tidak hanya itu pengurus masjid juga menyediakan tempat oleh-oleh bagi para pengunjung. Pusat oleh-oleh itu terdapat dilantai 9, barang yang diperjualkan bermacam-macam mulai dari pakaian muslim, makanan ringan khas dari Malang.

Salah satu fasilitas yang disediakan, bangku yang terbuat dari busa dan kain khusus sebagai pelengkapnya, sangat nyaman untuk tempat beristirahat pengunjung. Di belakang bangku itu terdapat kaligrafi yang berwarna emas yang berlafaskan Al-Qur’an.
Didalam juga terdapat jam dinding yang sangatbagusdanklasik, jam ini di tempatkan di sudut kiri ruangan yang berada di lantai 3. (*/xco)

Mesjid Tiban berada dalam komplek Pondok Pesantren Biharu Bahri'asali Fadlaailir Rahmah di kawasan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dinamakan ”Tiban” karena konon, mesjid ini ”tiba-tiba ada”.
Tahun 2008, mesjid ini sempat heboh di kalangan warga dan wisatawan. Usut punya usut, Mesjid Tiban dibuat oleh tentara jin hanya dalam 1 malam. Tapi rupanya hal itu tidak terbukti, para santri dan jemaah-lah yang membuat masjid ini sedikit demi sedikit.
- See more at: http://www.potretnews.com/artikel/serbaneka/2016/01/17/mesjid-tiban-dengan-1000-pintu-di-malang-konon-dibangun-jin-dalam-1-malam/#sthash.j0Guy39V.dpuf
Mesjid Tiban berada dalam komplek Pondok Pesantren Biharu Bahri'asali Fadlaailir Rahmah di kawasan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dinamakan ”Tiban” karena konon, mesjid ini ”tiba-tiba ada”.
Tahun 2008, mesjid ini sempat heboh di kalangan warga dan wisatawan. Usut punya usut, Mesjid Tiban dibuat oleh tentara jin hanya dalam 1 malam. Tapi rupanya hal itu tidak terbukti, para santri dan jemaah-lah yang membuat masjid ini sedikit demi sedikit.
- See more at: http://www.potretnews.com/artikel/serbaneka/2016/01/17/mesjid-tiban-dengan-1000-pintu-di-malang-konon-dibangun-jin-dalam-1-malam/#sthash.j0Guy39V.dpuf

Selasa, 21 Juni 2016

Perjalanan dan Destinasi Wisata Malang Yang Sangat Menabjubkan




FORMEN.Com -Perjalanan Jakarta-Malang membutuhkan waktu yang cukup lama. Kereta API Mataremaja yang berangkat dari Stasiun pasar senen pukul 15:00 Wib, Tiba di stasiun Malang pukul 08:00 Wib.  Keriuhan selama perjalanan memberikan stamina sendiri untuk menutupi kelelahan. Perjalanan selama 18 jam tidak mengurungkan semangat teman-teman semua. 

Banyak aktifitas yang dilakukan teman-teman selama perjalanan menuju ke Malang seperti, bermain gitar, bernyanyi, bercanda ria, ada juga yang melihat pemandangan sawah ataupun gunung.
Sesampainya di stasiun Malang teman-teman menuju ke Bus yang sudah disediakan oleh panitia, untuk menuju ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sebelum mengikuti acara inti. Mahasiswa diberikan waktu untuk sarapan pagi di rumah makan Assalamu’alaikum. 

Setelah sarapan teman-teman diperkenankan menuju ke Aula Masjid AR- Fachruddin untuk mengikuti acara yang sudah ditentukan. Acara yang seharusnya dilakukan tanggal 30 Mei 2016 urung dilaksanakan karena dari pihak pengelola masjid berhalangan hadir karena ada keperluan la
in.
Menunggu tanpa kepastian selama 3 jam teman-teman merasa kecewa dengan kejadian yang itu. Sholat zuhur bersama banyak diikuti oleh teman-teman, sehabis Sholat zuhur teman-teman berangkat ke Hotel Batu Paradise untuk membersihkan badan dan mengganti pakaian untuk pergi ke Coban Rondo.

Coban Rondo merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak diminati oleh masyarakat Kota Batu. Perjalanan dari Hotel Batu Paradise ke Coban Rondo membutuhkan waktu 1 Jam. Tempat yang begitu sejuk, dilengkapi oleh air terjun yang begitu indah melengkapi fasilitas tempat itu.
Tempat ini juga dimanfaatkan oleh siswa/siswi yang mengikuti pramuka. Kontur jalan yang terjal dan banyak pohon-pohon besar memberikan kesan-kesan menarik.

Pemandangan yang sangat indah dari sepanjang perjalanan membuat saya terpukau, hewan-hewan liar yang terdapat dalam wisata itu amatlah bersahabat terhadap pengunjung. Kera menjadi salah satu hewan penghuni tempat wisata Coban Rondo.

Selasa, 14 Juni 2016

Masjid Ar-Fachruddin, Simbol Kebanggan UMM


Jakarta - Masjid kampus tak lagi jadi fasilitas pelengkap semata, tapi justru sebagai bagian penting dan penegas identitas yang membanggakan. Dalam konteks ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merupakan contoh penting, karena memiliki Masjid AR-Fachruddin yang sangat megah, bahkan disebut-sebut sebagai masjid kampus terbesar di Asia Tenggara.

Pembangunan masjid ini memakan waktu 23 bulan, terhitung sejak November 1994 sampai dengan September 1996 dan pada 1998 diresmikan oleh Presiden B. J. Habibie. Luas bangunan 14.834,70 meter persegi.

Ide bangunan masjid ini datang dari Malik Fadjar yang saat itu menjabat sebagai rektor UMM. Sebagai langkah awal dirumuskan misi, visi, fungsi arsitektur dan lokasi masjid di komplek kampus terpadu. Pembangunan masjid ini melibatkan tim perencanaan dan pembangunan masjid dan dinahkodai oleh Ir. Lukito Prasetyo.

Arsitektur masjid memadukan berbagai unsur kebudayaan, diantaranya kebudayaan Jawa, Arab dan modern. Kebudayaan Jawa ditandai cungkup di ujung masing-masing kubah. Berbagai bentuk ornamen dan pilarnya dibuat dengan gaya modern yang menggambarkan semangat modernitas dalam menampilkan ajaran Islam. Pilar-pilar yang kokoh ke dalam dan menjulang tinggi mengambarkan bangunan tauhid yang menghujam. Sementara kubah dan ornamen lainnya menggambarkan buah dan daunnya yakni amal shaleh.

Pembangunan masjid ini, kabarnya, menghabiskan dana sekitar Rp 6 milyar. Dibangunnya masjid ini sekaligus membawa cita-cita untuk mewujudkan sarjana yang berkualitas pikir sekaligus berkualitas dzikir. Keberadaan masjid Ar-Fachruddin itu pun diharapkan dapat memberi kontribusi riil dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Misi masjid ini tercermin dalam penentuan lokasi dan arsitektur masjid. Lokasi masjid sengaja dipilih pada barisan terdepan dari seluruh bangunan kampus, dekat dengan jalan raya, sehingga terbuka bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan masjid ini sebagai tempat beribadah.

Oleh Rizky Agustian

Agung Mulyawan: Cedera yang Membawa Berkah

Formen Magazine - Muda, gigih, pantang menyerah; itulah sifat-sifat yang dapat menggambarkan Agung Mulyawan. Di usianya yang masih terbilang muda, ragam prestasi olahraga tingkat nasional dan daerah dari cabang Atletik, Tae Kwon Do, dan Futsal sudah ia sematkan kala menjadi atlet maupun sebagai pelatih.

Bakat keolahragaan pria alumni SMA Negeri 3 Bogor dan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Jakarta ini mulai tercium sejak duduk di bangku salah satu Sekolah Menengah Pertama di kota Bogor. 

Pria yang akrab disapa Agung ini, sudah bisa menunjukkan potensinya dalam bidang olahraga. Tak pelak, bakatnya dilirik guru olahraga sekolahnya yang saat itu juga menjabat sebagai pelatih kepala tim Atletik kota Bogor.

Kekonsistensian dan ketekunannya dalam berlatih membuahkan hasil. Pasalnya, di tahun yang sama, ia berhasil meraih medali emas kejuaraan Atletik cabang Lari Cepat 100 m tingkat usia 13-15 tahun se-kota Bogor.

Makin tua, makin jadi. Pepatah klasik tersebut pantas disematkan dalam diri Agung. Ragam prestasi menghampiri ketika ia masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Adapun prestasi yang ia raih, antara lain medali perak kejuaraan Atletik Sirkuit Jawa-Bali cabang Lompat Jauh, medali emas kejuaraan Tae Kwon Do Antarperguruan se-kota Bogor, dan juara dua kejuaraan Futsal Pelajar se-Kota Bogor. Semuanya ia capai di tahun 2007. Tak sampai di situ, pada tahun 2008, Agung juga menuai banyak prestasi, di antaranya, medali perak Atletik cabang Lompat Jauh POPDA Jabar dan kembali meraih juara dua di kejuaraan Futsal Pelajar se-kota Bogor.

Saat masuk ke jenjang perkuliahan, cedera Hamstring menimpa Agung. Bukan Agung namanya jika menyerah begitu saja, keteguhannya dalam melewati masa-masa sulit membuahkan hasil.

“Saat kena Hamstring, Alhamdulillah, medali perak kejuaraan Atletik POMNAS Palembang cabang Lari Estafet 4 x 100 m tahun 2009 dan medali perak kejurnas PPLM Riau cabang Lari Estafet 4 x 100 m tahun 2010 sampai di tangan,” ujar pria yang tahun ini menginjak usia 26 tahun.

Akhir tahun 2011, Agung memutuskan untuk pensiun dari karirnya di bidang Atletik akibat badai cedera yang menimpanya.

Kini, imbas dari prestasinya yang menggunung, Agung menjabat sebagai asisten pelatih kepala PB PASI (Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia, red.) yang kala itu sedang mempersiapkan perwakilan altletnya untuk mengikuti ajang Sea Games 2015 di Singapura. Tim asuhan Agung berhasil membawa pulang empat medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.



“Setelah pensiun, perwakilan PB PASI meminta saya untuk menjadi asisten pelatih Bapak Wita Witarsa, sampai sekarang. Sekarang sih lagi fokus PON Jabar 2016, Sea Games 2017 di Malaysia, dan ASIAN Games 2018 di Indonesia,” ujarnya.

Oleh Rizky Agustian

Senin, 06 Juni 2016

Cara Mudah Merawat Sepatu Kusam


Formen  News -  Jakarta, Kini memperindah kembali sepatu kusam tidak lagi merepotkan. Cukup dengan mengeluarkan kocek 30 ribu rupiah, kalian bisa mencuci sepatu dengan mudah dan cepat, tidak membuang buang waktu.

Bertempat di Aparttemen Kalibata City, Lt Dasar, Kalibata, Jakarta Selatan, kalian bisa menemukan counter “white shoes” reparasi sepatu modern kini.

Tidak hanya mencuci sepatu, di tempat ini kalian bisa service sepatu, seperti sol sepatu, reglue shoes, repair shoes (pewarnaan), dan water prof shoes.

Harga yang ditawarkan cukup tentantif, untuk sol sepatu dikenakan 20 ribu rupiah, reglue 30 ribu rupiah, dan repair 150 ribu rupiah untuk bahan kanfas, 250 ribu rupiah untuk untuk kalp bergerudu kulit, tergantung komponen apa saja yang diperlukan dalam reparasi sepatu yang kalian inginkan.





Saat ditemui Formen-News, pemilik sekaligus pekerja usaha reparasi sepatu, Ahmad Rifadi atau Pay (32), memberikan tips juga bagi kalian yang ingin tahu, bahan apa saja yang digunakan dan tata cara merawat sepatu.

Menurut Pay, Air menjadi objek yang sangat dihindari dalam proses merawat sepatu. Biasanya, jika kalian mencuci sepatu, pastinya menggunakan air untuk pembilasan dan membutuhkan matahari untuk pengering.

“Saya menggunakan cairan (bright premium 8+ shoes cleanner), harga  satu botol ukuran 150 ml 100 ribu rupiah, untuk pencucian 5 pasang sepatu. Digunakan 30ml per sepasang sepatu, cairan ini juga, gak perlu menggunakan air, bagi bahan si sepatu, air hanya bagian pembilas. Cukup oleskan pada sepatu, gosok hingga berbuih lalu keringkan dengan kipas angin” menurut Pay Kalibata City, Kalibata, Jakarta Selatan, (30/4). (*/xco)